October 9, 2021 By progettofamiglianetwork.com 0

Filosofi Hidup berasal dari Nasi Tumpeng Ini Akan Menginspirasimu

Filosofi Hidup berasal dari Nasi Tumpeng Ini Akan Menginspirasimu

Pada th. 2013, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia menobatkan nasi tumpeng sebagai keliru satu berasal dari 30 ikon kuliner Indonesia. Penyajian nasi tumpeng di dalam nampan besar, bulat, berasal dari anyaman bambu, nasi kerucut bersama aneka lauk pauk sebagai pelengkap. Identik bersama kebudayaan masyarakat Jawa disaat perayaan suatu peristiwa mutlak atau kenduri.

Tumpeng berasal berasal dari sebuah singkatan ‘yen metu mesti mempeng’ yang punya arti tersendiri. Bila diterjemahkan di dalam bhs Indonesia, ‘yen metu mesti mempeng’ berarti ‘ketika nampak mesti nyata-nyata semangat Pesan Nasi Tumpeng di Pejaten .’

Tak heran kalau nasi Tumpeng berasal dari pernah sampai pas ini kerap dijadikan hidangan di dalam suatu perayaan yang punya arti ucapan syukur ataupun kebahagiaan. Sebab, arti tumpeng sendiri adalah baik, yaitu disaat terlahir manusia mesti merintis kehidupan di jalur Tuhan bersama semangat, yakin, fokus, dan tidak ringan putus asa.

Umumnya, proses pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng diawali bersama menguraikan khususnya dahulu arti perayaan berasal dari pemotongan tumpeng, berdoa ucapan syukur, sesudah itu nasi tumpeng dipotong dan diserahkan untuk orang yang dihormati sebagai wujud penghormatan, barulah sehabis itu nasi tumpeng disantap bersama-sama.

Upacara potong tumpeng ini melambangkan rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus ungkapan atau ajaran hidup tentang kebersamaan dan kerukunan.

Ternyata di dalam penyajian nasi tumpeng umumnya dilengkapi bersama 7 macam lauk-pauk. 7 di dalam bhs Jawa berarti pitu. Angka pitu berarti pitulungan (pertolongan). Berikut arti berasal dari 7 macam lauk-pauk yang biasa disediakan di dalam tumpeng:

1. Nasi berwujud kerucut.

Nasi dibentuk jadi bentukan kerucut sanggup disimpulkan sebagai harapan agar hidup selalu sejahtera, melambangkan tangan merapat untuk selalu menyembah Tuhan, dan sebagai simbol pengharapan agar kesejahteraan hidup kami pun semakin sukses.

Nasi yang digunakan umumnya nasi putih ataupun uduk. Warna putih berarti suci agar nasi tumpeng type ini kerap disediakan di dalam upacara keagamaan. Sementara warna kuning melambangkan kesejahteraan, kekayaan, atau rezeki yang melimpah.

2. Ayam.
Pemilihan ayam sebagai pelengkap tumpeng adalah ayam jago (jantan) yang dimasak utuh ingkung bersama bumbu kuning/kunir dan diberi areh (kaldu santan yang kental) yang jadi simbol menyembah Tuhan bersama khusuk (manekung) bersama hati yang tenang (wening). Dimana ketenangan hati dicapai bersama mengendalikan diri dan sabar (nge”reh” rasa).

Menyembelih ayam jago terhitung membawa arti menjauhi sifat-sifat jelek ayam jago, antara lain: sombong, congkak, kalau bicara selalu menyela dan jadi tahu/menang/benar sendiri (berkokok), tidak setia dan tidak perhatian kepada anak istri.

3. Ikan.
Zaman dahulu ikan yang disediakan Ikan Lele. Ikan lele punya arti ketabahan, keuletan di dalam hidup dan sanggup hidup di dalam situasi ekonomi yang paling bawah sekalipun. Karakter ikan lele sendiri adalah tahan hidup di air yang tidak mengalir dan di basic sungai.

Ikan Teri umumnya digoreng bersama tepung atau tanpa tepung. Ikan Teri dan Ikan Pethek hidup di laut dan selalu bergerombol agar memberi arti kebersamaan dan kerukunan.

Ikan ini jadi simbol berasal dari ketabahan, keuletan di dalam hidup dan sanggup hidup di dalam situasi ekonomi yang paling bawah sekalipun. Lauk lain yang disediakan adalah ikan teri. Ikan ini umumnya digoreng bersama atau tanpa tepung. Ikan teri selalu hidup bergerombol. Filosofi yang sanggup diambil, sebagai umpama berasal dari kebersamaan dan kerukunan.